Laman

Thursday, December 20, 2012

SALING MENJAGA KEKURANGAN SUAMI / ISTRI ...




Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Manusia hakikatnya tidak ada yang sempurna. Begitupun dalam keseharian dalam berumahtangga , pastilah banyak kekurangan disana sini.



Ketika seseorang telah menikah, maka isteri dan suami telah menjadi satu bagian. Mereka bagaikan pakaian bagi satu sama lain. Dan fungsi utama pakaian adalah menutup aurat. Artinya, masing-masing suami istri harus berusaha menutupi aib pasangannya, dan pantang mengungkapkannya kepada orang lain, meski keluarga sendiri.

Namun sering kita jumpai realita menyedihkan di luar sana. Banyak kaum wanita ibu-ibu bergunjing membicarakan aib cacat atau cela yg ada pada suami mereka tanpa sungkan dan canggung. 

Obrolan-obrolan vulgar yang menyangkut masalah kekurangan pada suaminya ketika melakukan hubungan badan dibuka secara blak-blakan. Mereka membeberkan masalah hubungan seksual sambil tertawa-tawa. Ketika asyik membicarakan kekurangan suami seakan lupa dengan kekurangan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela.

Pernahkah kita sejenak mengingat pesan Rasulullah SAW, berikut ini, “Dari Abu Sa’id al-Kudriy, IA berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di Hari kiamat adalah seorang laki-laki (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan isterinya, kemudian membeberkan rahasia (isteri)-nya tersebut .” (HR. Muslim)

Manusia penuh dengan kekhilafan, begitupun pasangan kita . Sebaik baiknya manusia , pastilah mempunyai kekurangan, aib, cacat dan cela. Akan lebih baik jika kita menyimpan rapat rapat semua itu, dan menyibukkan diri ini utk memeriksa dan menghitung dan memperbaiki aib kita sendiri. Insyaallah hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu apalagi membeberkan kekurangannya. Lagi pula orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan atau diceritakan di hadapan manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalas dengan membuka aib nya kelak di hari saat hisab tiba . 


Perkuatlah prinsip bahwa suami/istri adalah separo dari kita. Saling mengisi, menguatkan dan menyempurnakan satu sama lain akan membentuk ikatan yang kuat dan kokoh .., berjalan dan beribadah bersama menuju ridha dan cinta Allah yang sejati.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment